A. KEGIATAN BERSAMA KELUARGA SEHARI-HARI
Keseharian kami memang tak ada yang terlalu spesial. Kegiatan yang kami lakukan hampir selalu sama setiap harinya. Misalnya pada pagi hari, kadang disuruh membeli rempah dan bumbu dapur oleh Ibu. Setelah itu, saya pamit dan pergi ke sekolah dibonceng oleh Ayah (yang akan pergi ke sawah). Setelah pulang sekolah, saya tidur siang dan kemudian bangun membantu orangtua menyapu dan mengepel seperti hari-hari biasanya. Saat makan malam adalah satu-satunya waktu kami berkumpul bersama dan berpisah dengan sibuknya urusan. Biasanya kami makan malam dengan lesehan dan dihibur oleh tayangan televisi.
B. KEGIATAN BERSAMA TEMAN
Dalam pertemanan, di Sekolah, saya dan teman-teman saya jarang sekali bermain permainan olahraga atau sebagainya bersama sama dan biasanya kami hanya berdiskusi. Misalnya membahas tentang materi pelajaran, tugas-tugas sekolah yang akan dihadapi, membahas soal-soal sulit (belajar kelompok), atau hanya membahas sesuatu yang berkaitan dengan blog, internet dan desain web.
Berbeda dengan di rumah, saya hanya bermain dengan teman sekampung saja, dan itupun hanya pada saat hari libur. Ini karena kami memiliki kelenggangan waktu yang berbeda, sebab ada yang sudah sma/smk dan ada pula yang masih SD, serta selebihnya adalah teman sebaya. Setiap hari minggu atau hari libur pagi, biasanya kami bermain sepak bola. Masing-masing tim diisi 5 orang pemain. Dalam permainan ini, biasanya saya menjadi pemain back atau kadang menjadi Keeper. Jarang sekali saya menjadi penyerang atau pencetak gol, sampai-sampai ada jargon "Kalau Reno cetak gol, aku mau syukuran!".
C. KONDISI EKONOMI
Sederhana. Kami hidup di rumah yang cukup nyaman untuk ditinggali, walaupun kadang terasa begitu sempit. Kendatipun demikian, kami bisa melakukan kegitan sehari-hari dengan mudah. Mengenai penghasilan, penghasilan ayah tak menentu. Karena penghasilan seorang petani tergantung baik dan buruknya hasil panen, kadang kurang atau lebih dari Rp. 5.000.000,00 per panennya (½ tahun). Namun selain bertani, ayah juga membuka jasa sebagai penjahit untuk menambah penghasilan. Sedangkan untuk gaya hidup, setiap hari, biasanya kami makan dengan lauk oncom, tahu, tempe, jangan asem, dan kadangkali ada daging ayam juga, tergantung apa yang ada.
D. KISAH HIDUP
Sejak kecil, saya dididik dan dibesarkan oleh orang tua yang lengkap. Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. Karena merupakan anak bungsu, saya kadang manja pada orang tua. Manja yang dimaksudkan bukanlah sering meminta ini-itu dan simsalabim! langsung dikabulkan. Namun lebih tepatnya, kadang merasa malas melakukan sesuatu yang harusnya dituruti oleh anak.
Saat masuk SMP, sifat "kemanjaan" semakin pudar dengan sendirinya diganti dengan kekhawatiran akan bayaran-bayaran sekolah yang seringkali membuat stres pikiran. Bahkan ada suatu kali hingga nilai-nilai ulangan yang seringnya bagus mendadak langsung merosot. Ku harap di tahun-tahun berikutnya tak perlu ada lagi bayaran-bayaran yang membuat pening kepala. Pernah saya berpikir untuk menjadi pebisnis muda dengan berjualan atau menulis buku. Tapi nyatanya hal itu sulit dilakukan, mengingat nihilnya referensi dan ide cerita. Dan akhir-akhir ini saya justru lebih sering mengurus blog (masrenoblog.blogspot.com) dan berharap di suatu saat nanti akan mendapatkan penghasilan dari situs penyedia iklan, daripada mencoba bisnis lainnya atau menghabiskan banyak waktu dengan bermain dengan anak tetangga. Karena akhir-akhir ini beredar isu mengerikan mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Dan juga khawatir akan tercemarnya kehidupan pribadi yang baik yang sering saya syukuri. Namun kurangnya pergaulan justru kadang menjadi dilema. Biasanya ketika saya disuruh memakai pakaian yang keren ala remaja jaman sekarang, saya justru menolaknya mentah-mentah. Saya lebih berpikir kalau berpakaian seperti itu... Apakah ini akan hedonis? Saya lebih memilih tampil dengan pakaian kasual, kecuali jika ingin menghadiri momentum penting atau sholat ke masjid saja yang mau tak mau harus disetujui.
CATATAN KESEHATAN
PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA
Flu, pilek, batuk, maag, demam, mual dan muntah, cantengan, keseleo, sakit gigi, diare, sakit perut, sariawan, serta panas dalam.
1 Komentar untuk "Kondisi Objektif Keluarga"
keseleo y bang. hati-hati bang